pendekar jombang itu telah pergi

by budi santosa

pukul 18.45 tanggal 30 Desember 2009, Kiyai haji Abdurrahman Wahid atau lebih akrab dengan nama Gus Dur telah dipanggil ke pangkuan Sang Khalik. tulisan ini hanya akan menungkapkan pandangan pribadi penulis tentang sosok Gus Dur. saya secara langsung tidak pernah bertemu beliau, tetapi saya sering bertemu dengan gagasan pemikiran dan perjuangan-perjuangan gerakannya. ia adalah salah seorang putra terbaik bangsa yang pernah dimiliki bangsa ini, pejuang HAM, pejuang kaum mustad’afin. maka tidak berlebihan kalau saya menyebut beliau sebagai seorang pendekar pejuang HAM dari Jombang. jombang telah banyak melahirkan para pendekar sekaligus ilmuan bidang keagamaan, sosial, kemasyarakatan, pembaharu dan sebagainya, sebut saja Cak Nur yang masih segar diingatan kita ketika beliau dipanggil sang khalik. Gus Dur bagi saya adalah sosok yang bersahaja, apa adanya walaupun ketika beliau menjabat sebagai presiden dan sebagai tokoh pemikiran sering menimbulkan kontroversial, tetapi terlepas dari itu semua beliau telah berbuat sesuatu untuk bangsa ini, sesuatu yang jarang oleh orang lain untuk berani dan konsisten melakukannya. sehingga sebagian orang mengatakan bahwa beliau mempunyai kemampuan di atas rata-rata manusia biasa. selamat jalan Kiyai haji Abdurrahman Wahid, semoga tempat terindah telah disediakan Sang Khalik untukmu.

One thought on “pendekar jombang itu telah pergi

  1. Salam, Mas Budi.

    Saya juga mempunyai kesan yang mendalam dengan sosok Gus Dur, dan saya tuangkan dalam sebuah tulisan berjudul “Kepergian Sang Humanis”.

    Senang berkenalan dengan anda.

    Salam damai,

    Henny L

Komentar ditutup.