membaca diri, membaca alam dan membaca bacaan


by budi santosa

wahyu pertama yang diturunkan Allah adalah perintah “membaca”. perintah membaca ini tidak mungkin perintah yang tidak serius, pasti perintah membaca ini adalah perintah penting dari Allah kepada hambanya. marilah kita sedikit melihat asbabunnuzul ayat ini. ketika Muhammad Rasulullah menerima wahyu ini, ia adalah seorang yang ummi (tidak bisa baca tulis). lalu, apa maksud Jibril menyuruhnya untuk membaca? saya memahaminya dengan perintah membaca diri, membaca alam dan membaca bacaan, membaca yang terakhir yang disebutkan berlaku untuk orang yang bisa baca tulis dan lengkap panca indranya. membaca diri dan membaca alam berlaku untuk semua manusia tanpa melihat kelengkapan indra maupun kemampuan baca tulis. saya yakin perintah membaca yang paling ditekankan oleh Allah pada wahyu pertamanya itu adalah “membaca diri dan membaca alam”. membaca diri dimaknai dengan introspeksi diri, mencari potensi diri, mengevaluasi diri agar bisa berbuat yang lebih baik dari sebelumnya. membaca alam dimaknai dengan “membaca realitas sosial, membaca kondisi masyarakat, membaca gejala sosial masyarakat”. hanya dengan cara inilah peradaban ummat manusia dapat dibangun, hanya dengan inilah tradisi dapat dipertahankan dan hanya dengan cara inilah seseorang bisa bermanfaat nagi manusia lainnya. afalaa tatafakkarun firman Allah yang lain…apakah anda tidak berfikir?orang yang membaca sudah pasti akan berfikir, maka JANGAN PERNAH BERFIKIR UNTUK TIDAK BERFIKIR, ko gito ergo sum kata socrates “aku hidup karena aku berfikir”…selamat membaca diri, membaca alam dan membaca bacaan..