said agil : menjadi muslim moderat itu tak mudah


sumber : http://www.republika.co.id
AKARTA–Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengatakan kezaliman terhadap umat Islam sudah sangat serius. Sebab itu, untuk bersifat moderat nampaknya merupakan hal yang sulit.

“Terdapat dua kezaliman yang berada di hadapan umat Islam. Pertama Kezaliman politik internasional melalui wajah Dewan Keamanan PBB dan kedua, kezaliman Moneter dengan mata Uang dollar sebagai kolateralnya,” tegasnya saat penutupan Rakernas I Majelis Alumni IPNU di Jakarta, Senin (1/2).

Kezaliman politik, kata Siradj, banyak disebabkan oleh keberadaan Dewan Keamanan PBB. Keputusan yang telah dirumuskan bersama negara-negara anggota PBB lenyap seketika ketika satu dari lima anggota DK PBB mem-veto. Ketidakadilan inilah kata dia, kerap merugikan umat Islam.

“Harusnya, DK PBB itu isinya organisasi-organisasi dunia seperti OKI, ASEAN, Uni Afrika, Uni Eropa, dan lain-lain, tidak hanya 5 negara saja,” katanya.

Kezaliman kedua, papar Siradj, berasal dari penggunaan mata uang dollar sebagai kolateral pengganti emas. “Indonesia misalnya mau mengeluarkan emas maka harus membeli dollar sebagai kolateralnya,” katanya.

“Dua hal inilah yang menyebabkan umat Islam untuk berbuat moderat itu sulit. Bagaimana tidak berat, lha wong kita dizalimi. Sulit untuk mencegah itu,” tegasnya.

“Hal itu pula yang menyebabkan ekstrimisme berkembang, Bukan karena kebodohan mereka bersifat seperti itu, tapi karena kezaliman berada di depan mereka. Orang-orang ekstrimisme itu tidak bodoh,” tukasnya.

Oleh karenanya, kandidat Ketum PBNU ini menilai, kedua hal inilah tantangan berat yang ada di depan mata umat Islam di seluruh Indonesia.
Redaksi – Reporter
Red:
taqi
Reporter:
cr2