KEKERASAN DI SEKOLAH Kadisdik: Sekolah Harus Bertanggung Jawab!


http://www.kompas.co.id
BANDUNG, KOMPAS.com – Kadisdik Kabupaten Bandung, Juhana mengatakan, kekerasan tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah, dengan alasan apapun. Apalagi dilakukan pihak sekolah kepada murid.
Jangan jadi kepala sekolah kalau tak mau bertanggungjawab.
— Juhana

“Pihak sekolah harus bertanggungjawab, kan dilakukan oleh satpam sekolah. Jangan jadi kepala sekolah kalau tidak mau bertanggungjawab,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dini Nurwulan, siswi kelas dua SMA Yayasan Karya Pembangunan (YKP) Margahayu, yang Senin (1/3/2010) lalu didorong-dorong dan ditendang oleh penjaga gerbang di sekolahnya hingga kini masih mengalami trauma. Ia tak banyak bicara dan takut pergi ke sekolah.

Menurut ayah korban, Cucu Subarna, puteri pertamanya ini sebenarnya sempat masuk sekolah sehari pascapenendangan. “Namun, ia kembali pulang karena disindir guru-gurunya. Kata mereka, jangan berurusan dengan murid ini lagi. Sedikit-sedikit lapor polisi,” kata Cucu, Jumat (5/3/2010) siang tadi.

Cucu mengatakan, peristiwa berawal saat putrinya hendak meminta izin keluar sekolah untuk membeli pembalut. “Sekitar pukul 09.30, anak saya sedang datang bulan dan meminta izin membeli pembalut. Ia sudah mendapatkan izin secara tertulis,” ujar Cucu.

Warga RT 1/13, Kampung Cieuri, Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung ini menambahkan, permintaan Dini untuk dibukakan pintu gerbang tidak dipenuhi penjaga yang bernama Iman. Karena kesal tidak digubris dan emosi tinggi akibat datang bulan, Dini sempat marah.

Iman, yang juga mantan pelatih beladiri ini langsung mendorong kepala Dini sebanyak tiga kali dan langsung menendang ulu hati siswa berusia 16 tahun ini hingga jatuh. Bahkan kepalanya sempat terbentur tembok.

“Temannya bernama Indah yang mengangkat Dini,” ujar Cucu.

Terkait peristiwa tersebut, Kadisdik berjanji akan memfasilitasi Dini kalau hendak pindah ke sekolah. Juhana juga akan langsung memantau di lapangan dan berharap kejadian seperti itu tidak terjadi kembali. Mengenai kasus pemukulan itu, Juhana mengatakan, biarlah polisi yang menyelidiki, karena sudah dilaporkan.

SMA YKP Margahayu, yang terletak di Jalan Terusan Kopo 399, Kabupaten Bandung, enggan dimintai konfirmasi wartawan. Gerbang masuknya digembok. Seorang guru yang menemui wartawan dari balik gerbang mengatakan, kepala sekolah dan bagian kesiswaaan tidak ada di tempat. Bahkan, siswa yang pulang sekolah disuruh melewati gerbang belakang. (tribunjabar/zz)