Siswa Tegang Ikuti UN Diawasi CCTV

Senin, 22 Maret 2010, 20:30 WIB
http://www.republika.go.id
BOGOR–Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Kota Bogor yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di hari pertama, Senin, mengaku tegang karena ketatnya pengawasan menggunakan Closed Circuit Television (CCTV). Indra (16), salah seorang dari mereka, mengaku tegang saat ujian pertama dimulai, selain karena ketatnya pengawasan juga target kelulusan yang 5,5 membuat dia gamang saat hendak menjawab setiap pertanyaan. “Lumayan tegang, takut tidak lulus. Karena pengawasan ketat, ada polisi, dan CCTV, jadi grogi,” katanya kepada ANTARA, usai mengikuti UN.

Hal serupa juga dirasakan Rani (17), siswi asal Cimanggu, Tanah Sareal, Kota Bogor. Dia mengaku gugup saat ujian dimulai. Ia merasa gugup karena soal UN juga cukup sulit ditambah pengawasan berlapis yang diberlakukan pihak sekolah.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Bogor, Agus Suherman. menyebutkan. penggunaan CCTV di sekolah yang dipimpinnya adalah untuk menjamin pelaksanaan UN berjalan aman dan lancar. Penggunaan CCTV menurut Agus, sudah yang kedua kalinya diberlakukan. “Ini salah satu cara untuk menjadikan barometer keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar siswa yang benar-benar mengandalkan kemampuan siswanya,” tutur Agus yang juga Ketua Panitia Sub Rayon UN tingkat SMA/MA se-Kota Bogor.

CCTV tersebut dipasang di tiga titik, yakni di ruangan soal, di lantai tiga ruangan satu dan di depan pintu gerbang.
Monitor CCTV diletakkan di ruang guru, di mana setiap guru dapat melihat aktivitas di tiga titik tersebut. Agus mengatakan pelaksanaan UN di sekolahnya berjalan aman dan lancar.

Menurut dia, ketegangan yang dirasakan siswa disebabkan ini hari pertama, dan ia berkeyakinan pada hari kedua siswa sudah bisa santai. Hari kedua pelaksanaan UN hanya satu soal, yakni Bahasa Inggris

2 thoughts on “Siswa Tegang Ikuti UN Diawasi CCTV

  1. betul tapi dari sisi lain siswa merasa nggak nyaman, bukan berarti nggak nyaman untuk nyontek tapi nggak nyaman untuk konsentrasi karena diawasi CCTV dan juga bisa menimbulkan rasa grogi yang pada akhirnya siswa slowthink.

Komentar ditutup.