SATUAN ACARA PERKULIAHAN SEMESTER GENAP JURUSAN PENDIDIKAN IPS EKONOMI FAKULTAS TARBIYAH IAIN MATARAM Tahun Akademik 2011/2012

1. Identitas Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah : Ilmu Kalam
Jumlah SKS : 2 SKS
Semester/Kelas : IV/A, D dan E
Jurusan : Pendidikan IPS Ekonomi
Fakultas : Tarbiyah IAIN Mataram
Dosen : Budi Santosa, M.S.I.
HP :
2.Kompetensi Mata Kuliah
Mahasiswa mengenali dan memahami pemikiran kalam yang dikonstruk oleh para teolog klasik dan dapat merumuskan rancang bangun keilmuan kalam dari teologi menuju teoantropologi sehingga dapat merefleksikannya dalam pola pikir, pola rasa dan pola laku.
3.Deskripsi Mata Kuliah
Merekontruksi teologi Islam klasik merupakan sebuah keniscayaan. Karena dengan mempertahankan doktrin-doktrin teologi Islam klasik yang lebih cenderung kepada trend teosentris atau Ketuhanan (theos) yang menjadi pembahasan pokok teologisnya telah jauh menyimpang dari misinya yang paling awal dan mendasar, yaitu liberasi atau emansipasi umat manusia. Rumusan klasik di bidang teologi pada hakikatnya tidak lebih dari sekumpulan diskursus keagamaan yang kering dan tidak punya kaitan apapun dengan fakta-fakta nyata kemanusiaan. Paradigma teologi klasik yang ditinggalkan para pendahulu hanyalah sebentuk ajaran langitan, wacana teoritis murni, abstrak-spekulatif, elitis dan statis; jauh sekali dari fakta-fakta nyata kemanusian dan kenyataan sosial kemasyarakatan. Padahal, semangat awal dan misi paling mendasar dari gagasan teologi Islam (Tauhid) sebagaimana tercermin di masa Nabi saw. sangatlah liberatif, progresif, emansipatif dan revolutif.
Disamping itu, kita membutuhkan formulasi teologi Islam kontemporer sebagai sintesis dari perkembangan pemikiran manusia kontemporer yang diakibatkan oleh perubahan sosial yang dibawa oleh arus ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam perspektif perkembangan masyarakat modern dan postmodern, Islam harus mampu meletakkan landasan pemecahan terhadap problem kemanusiaan (kemiskinan, ketidakadilan, hak asasi manusia, ketidakberdayaan perempuan dan sebagainya). Oleh karena itu, diskursus teologi Islam kontemporer adalah isu-isu kemanusiaan universal, pluralisme keberagamaan, kemiskinan struktural, kerusakan lingkungan, dan sebagainya. Dengan demikian, agar Islam lebih survive dalam menghadapi dunia modern dan postmodern, maka perlu adanya perubahan diskursus teologi Islam yang pada mulanya hanya berbicara tentang Tuhan (teosentris) beralih pada persoalan-persoalan kemanusiaan universal (antroposentris).
4. Materi Pokok
a. Quo Vadis Ilmu Kalam Di Perguruan Tinggi (refleksi dan reorientasi14 abad ilmu kalam)
b. Sejarah timbulnya persoalan-persolan teologi dalam Islam
Kajian pemikiran-pemikiran kalam (isme-ime kalam klasik)
c. Khawarij dan Murji’ah
d. Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Maturidiyah
e. Jabariyah dan Qadariyah
f. Ahlussunnha wal Jama’ah
Kajian pemikiran kalam modern
g. Seykh Muhammad Abduh dan Muhammad Iqbal
h. Hasan Hanafi dan Fazlurrahman
Rancang bangun ilmu kalam di abad 21(studi atas tema-tema kalam kontemporer)
i. Tauhid dan idealitas tatanan masyarakat madani
j. Iman, Islam dan agenda kesejahteraan masyarakat
k. Adil dan persoalan ekonomi kontemporer
l. Rumusan dan rekomendasi, dari teologi menuju teoantropologi

5. Buku-buku rujukan
Amin Nasihun, 2009, Dari Teologi menuju Teoantropologi pemikiran teologi pembebasan Ashghar Ali Enginer, Walisongo Press, Semarang.
Suyono, Yusuf, 2008, Reformasi Teologi, Muhammad Abduh vis a vis Muhammad Iqbal, Rasail Media Group, Semarang.
Hanafai,A., 1980, Theology Pengantar Islam, Pustaka al-Husna, Jakarta.
Santosa, Budi, tt, Membumikan Ajaran-ajaran Langit Pendalaman Aspek Aqidan dan Akhlak, Wisdom Institute. Yogyakarta.
Nasution Harun, Teologi Islam Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, UI Press, Jakarta.
Asmuni, Yusran, 1994, Pertumbuhan dan Perkembangan Berfikir dalam Islam, al-Ikhlas, Surabaya.